Benarkah Batak Keturunan Israel Yang Hilang?

Setidaknya ada 20 bukti mengapa orang Batak diduga kuat merupakan keturunan suku Israel (Yahudi) yang hilang. Begitulah judul artikel yang dibuat seorang teman di forum diskusi. Judul artikel ini membuat saya penasaran, memang sudah lama isu ini diungkap ke publik. Pada dasarnya ke-20 bukti atau alasan ini merujuk pada tradisi yang mirip dari kedua suku.
Batak keturunan Yahudi
Di Indonesia sendiri ternyata bukan hanya suku Batak yang mengklaim bahwa mereka merupakan suku Israel yang hilang. Orang Maluku dan Alor juga mengklaim hal yang sama. Menariknya hingga kini komunitas-komunitas Yahudi masih berupaya mencari ke-10 suku Israel yang hilang tersebut, salah satu upaya mereka adalah dengan membuat website (forum) terkait ke-10 suku Israel yang diyakini telah tercera-berai keseluruh dunia. Anda bisa mencarinyadi google, kebetulan saya sudah pernah membaca pemaparan mereka terkait suku mereka yang hilang. Yang paling mencolok adalah menyangkut budaya, sehingga menimbulkan anggapan bahwa dasar sipenulis adalah cocokologi tradisi Batak yang mirip dengan tradisi Yahudi.

Lebih dalam lagi, ternyata klaim Batak keturunan Israel bukan hanya mendasar dari cocokologi semata. Berdasarkan riset Anthropolog asal Belanda, Profesor Van Berben, mengungkapkan bahwa suku Batak diduga kuat bagian dari 10 suku Israel yang hilang. Pernyataan Profesor Van Berben ini juga diperkuat oleh Prof. Ihromi, guru besar Universitas Indonesia, bahwa tradisi etnik Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi Bangsa Israel kuno. Selain itu klaim ini bisa juga merujuk pada hasil penelitian sastra Toba oleh Universitas Leiden (Belanda) di bawah bimbingan Prof. Dr. Robson. Dari hasil penelitian memaparkan tentang beberapa tradisi Israel yang diadopsi oleh Orang Toba.

Batak keturunan Yahudi ?

Untuk menemukan benang merahnya, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu historis keduabelas suku Israel. Berdasarkan literatur yang secara khsusus Alkitab Perjanjian Lama, suku Israel merujuk pada keduabelas anak patriark bangsa Israel, yaitu Yakub, cucu dari Abraham. Menurut kitab Perjanjian lama, terutama dalam kejadian, Israel tidak lain dari Yakub yang namanya diganti oleh Tuhan pada masa itu.

Historis keduabelas suku Israel 

Dikisahkan bahwa Yakub atau Israel memiliki dua orang istri, yaitu Lea dan Rahel. Dari Lea Yakub dikaruniai enam orang anak laki-laki: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon dan satu anak perempuan: Dina. Sementara dari Rahel, Yakub mendapatkan dua anak laki-laki: Yusuf dan Benyamin.

Selain istri, Yakub/Israel juga memiliki dua gundik, yaitu Bilha dan Zilpa. Dari Bilha Yakub mendapatkan dua anak laki-laki: Dan dan Naftali. Sementara dari Zilpha dikaruniai dua anak laki-laki: Gad dan Asyer.
Suku-suku Israel yang dimaksud disini adalah keturunan dari keduabelas anak lak-laki Israel yang telah disebutkan diatas.
Sekitar tahun 1500 SM, setelah suku Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir dan menduduki tanah Kanaan, masing-masing suku Israel diberikan tanah pusaka yang diwariskan secara turun temurun kepada anak laki-laki mereka. Namun tidak untuk suku Lewi. Suku Lewi tidak mendapatkan tanah warisan karena mereka dikhususkan menjadi suku para imam yang tinggal di tengah saudara-saudaranya, sedangkan suku Yusuf mendapat berkat ganda dari ayahnya, maka warisan Yusuf dibagi menjadi dua menurut anak-anak Yusuf, yaitu Efraim dan Manasye. Demikianlah tanah Kanaan dibagi menjadi 12 bagian oleh bangsa Israel.

Kemudian pada masa pemerintah raja Salomo sekitar abad ke-10 SM, Kerajaan Israel bisa dikatakan berada pada masa puncak kejayaannya. Namun setelah raja Salomo meninggal, Kerjaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Isarel Utara yang beribukota di Samaria (Kerajaan Samaria) dan Kerajaan Isreal Selatan yang beribukota di Yerusalem (kerajaan Yehuda). Kata 'Yahudi' sendiri mengidentifikasikan keturunan kerajaan Selatan yang hingga saat ini kita kenal sebagai (negara) Israel modern.
Suku Yehuda dan Benyamin bergabung dengan Kerajaan selatan, sementara sepuluh suku Israel yang 'Hilang' berasal dari Kerajaan utara. 
Pada tahun 721 SM Kerajaan Utara diserbu oleh pasukan Asyur (Asiria) yang dipimpin oleh Shalmaneser V dan dilanjutkan oleh Sargon II. Pasukan Asyur dengan segala kekuatan yang mereka miliki akhirnya berhasil menaklukkan Kerajaan Israel Utara lalu menghancurkannya. Penduduk Kerajaan Israel Utara yang merupakan 10 Suku Israel diasingkan dan dibuang ke Khorason. Mereka tidak pernah kembali lagi dan tidak ada catatan tentang mereka.

Setelah kekaisaran Asyur berhasil mengekspansi Israel Utara, perang pun terus berlanjut. Bangsa-bangsa kuat terus melakukan penyerangan untuk memperebutkan kawasan Timur Tengah, hingga pada tahun 603 SM, Babilonia (Bangsa Babel) berhasil menggeser kedaulatan Asyur di Israel Utara.  Di masa kekuasaan Babel, Kerajaan Israel Selatan Yehuda pun jatuh, dan Yerusalem dihancurkan (587 SM), inilah masa pembuangan Babel.

50 tahun kemudian, 538 SM, kekuasaan Babel direbut oleh Kekaisaran Persia. Setelah Kekaisaran Persia berkuasa, sebagian Suku Yehuda dan Benyamin diijinkan untuk kembali ke Yudea. Namun sepuluh Suku Israel lainnya, penduduk Kerajaan Israel Utara, tidak pernah disebutkan kembali sebagaimana dua Suku itu, sehingga mereka dijuluki sebagai Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang'.


Berdasarkan historis diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa sepuluh Suku Israel yang 'Hilang' merujuk pada sepuluh Suku Israel yang berasal dari Kerajaan Israel Utara yang tidak diketahui keberadaannya setelah penaklukan oleh Bangsa Asyur (Asiria) pada abad ke-8 SM. Kesepuluh suku yang hilang ini diyakini telah menyebar keseluruh dunia.

Anda bisa melihat kelompok Suku/Bangsa yang 'terindikasi' keturunan dari 10 Suku Utara Israel yang 'Hilang' pada link berikut: daftar suku bangsa yang terindikasi keturunan dari 10 suku Isarel yang hilang. Dari daftar tersebut, Batak adalah salah satu suku yang diduga sebagai keturunan suku Israel yang hilang. Tapi benarkah?

Bukti bahwa Batak merupakan keturunan Yahudi

Sekitar Tahun 1970_an seorang tokoh Batak Toba yang telah menetap di Israel pernah mengajukan data pembuktian bahwa Batak adalah keturunan Isarel yang hilang kepada mantan Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin. Namun data ini ditolak karena belum memenuhi kriteria. Nah, dibawah ini saya akan rangkum similaritas budaya Bangso Batak Toba dengan tradisi Israel kuno. Kesamaan tradisi dari kedua suku ini akan saya bahas secara garis besar (mewakliki) bukan secara keseluruhan.
Batak keturunan israel
1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)
Tarombo adalah silisah garis keturunan bangso Batak. Bagi orang Batak, Tarombo merupakan hal yang penting dan mendasar. Jadi siapa saja yang tidak tau akan tarombo dianggap nalilu atau cacat kepribadian yang fatal.

Bangsa Israel kuno juga demikian. Silsilah bagi Israel kuno merupakan hal yang sakral. Alkitab, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah. Inilah kesamaan yang sangat mendasar dari kedua suku tersebut. Bukan suatu kebetulan, karena kedua suku memandang silsilah sangat penting dan mendasar.

2). Hierarki dalam pertalian semarga
Saya pernah menghadiri pernikahan seorang janda dengan adik dari mantan suaminya sendiri. Kebetulan suaminya sudah meninggal. Pada awalnya saya mengangap pernikahan ini adalah aib, hingga pada akhirnya saya diberi penjelasan oleh seorang teman yang sangat paham dengan adat Batak. Ternyata dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki- laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Dalam budaya batak satu keturunan marga berada pada kedudukan yang sama, sehingga keturunan perempuan dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua.

Dalam tradisi Israel kuno, kita bisa merujuk pada kisah janda Rut dan Boaz. Dari sisi silsilah, Boaz masih satu marga dengan mendiang suami Rut. Ketika Boaz berniat untuk menikahi Rut, Ia terlebih dahulu mengumpulkan kerabat terdekat mendiang suami Rut karena menurut kedekatan silsilah ia bukanlah pihak yang paling berhak. Ia akan mengurungkan niat menikahi Rut apabila ada dari mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boaz sendiri.

3). Mangokal Holi atau Eksumasi
Ritual membongkar dan memindahkan tulang belulang leluhur merupakan tradisi untuk menghormati para leluhur yang sampai saat ini masih dilestarikan. Selain upaya dalam mengangkat martabat dengan menghormati orang tua dan para leluhur, upacar Mangongkal holi diyakini bisa mendatangkan berkah seperti keturunan, panjang umur, serta rezeki yang sepadan.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam ini merupakan kebiasaan umum. Sejarah sekuler mencatat bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Selain itu, dalam kitab Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan yang pada kemudian dilarang oleh seorang nabi.

4). Perkawinan mar-pariban
Istilah pariban merujuk pada perempuan yang satu marga dengan ibunya si lelaki. Contohnya ibu silelaki Br. Sidabutar (parna), maka semua perempuan Batak yang berasal dari keturunan Parna pariban si lelaki, dan orangtuanya si perempuan itu disebut Tulang. Dengan demikian, walaupun si perempuan merupakan sepupu kandung anak dari Tulang (saudara kandung si ibu). Dalam adat Batak pariban kandung diijinkan menikah walaupun sebenarnya dalam silsilah keturunan keduanya masih saudara dekat / masih ada hubungan darah yang terikat.

Mari kita bandingkan dengan kisah pada Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikahi anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya kedua suku ini yang mengadopsi tradisi hubungan pernikahan seperti itu.


Keempat bukti atau alasan diatas sebenarnya saya bahas secara garis besar. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa baca pada link: 20 fakta Batak adalah suku israel yang hilang. Pada link tersebut dibahas secara lengkap. Kita bisa berspekulasi untuk membenarkan alasan-alasan tersebut karena memang hampir tidak mungkin persamaan tradisi kedua suku merupakan suatu kebetulan. Tapi walau demikian, saya tidak akan mengambil kesimpulan sepihak. Oleh karena itu mari kita buat perbandingan dengan teori-teori yang mendukung bahwa suku Batak bukan keturunan suku Israel.

Alasan mengapa Batak bukan keturunan Yahudi (Israel)

Sekali lagi saya ingatkan, bahwasanya kita sah-sah saja untuk berspekulasi membenarkan argumentasi yang menyatakan Batak adalah keturunan Yahudi. Sebagai orang Batak, tentu saja kita tidak boleh menerima begitu saja tanpa melakukan cros-check terlebih dahulu. Berikut ini saya akan paparkan beberapa alasan untuk mematahkan argumen-argumen diatas.

1). Salah satu identitas orang Israel adalah penganut Monoteisme. Jadi saya rasa dimanapun mereka berada, mereka tidak akan pernah meninggalkan Jati Diri sebagai Penyembah Monoteisme. Jadi apabila ada etnis baik ditinjau dari masa lalu hingga saat ini yang mempunyai Kepercayaan banyak Tuhan, Kepercayaan pada Jenis Dewa, Anemisme, Dinamisme dan Jenis Politeisme lainnya, ataupun terpengaruh menyembah di luar YHWH, bisa dipastikan bukan dari Keturunan Bangsa Yahudi.

2). Yahudi adalah Bangsa yang di karuniai keistimewaan dan kecerdasan oleh Tuhan, sehingga tidak ada alasan mereka masuk pada fase kehidupan primitif. Selain itu sangat tidak masuk akal apabila mereka kehilangan jati diri Bangsa dan Leluhurnya bahkan ketika bercerai berai sekalipun. Setidaknya mereka akan menceritakan kepada anak cucu mereka bahwa mereka adalah bangsa Israel.

Apabila kita menggunakan logika berpikir yang kritis sebenarnya apa yang saya jelaskan diatas sudah cukup untuk membantah opini-opini yang mengatakan bahwa Batak adalah keturunan Yahudi. Namun apabila dirasa kurang cukup meyakinkan, Anda bisa membaca lebih jauh lagi pada link: Etnis Toba Memang Bukan Israel yang Hilang. Pada link tersebut si penulis merujuk pada hasil penelitian DNA yang dipetakan dalam Mapping Human Genetic Diversity in Asia, The HUGO Pan-Asian SNP Consortium (2009).

Silahkan Anda mengambil kesimpulan dari teori-teori (konspirasi) dan Opini diatas. Saya pribadi tidak sependapat kalo Batak disebut-sebut sebagai keturunan Yahudi karena tidak punya dasar yang kuat melainkan hanya teori-teori atas kemiripan tradisi semata.
BUKA KOMENTAR ()